Senin, 16 November 2009

IP Address

Alamat IP merupakan bilangan binner 32 bit yang terbagi menjadi empat kelompok,sehingga masing-masing kelompok terdiri dari bilangan binner 8 bit.ini merupakan implementasi alamat IP yang disebut IPv4 sebagai contoh:

11000000.10101000.01100100.01100111

Kebanyakan orang tidak terbiasa menggunakan bilangan binner,mereka lebih terbiasa dengan bilangan decimal,sehingga untuk memudahkan pembaca,orang mengenal alamat IP diatas sebagai :

192.168.100.103

Masing-masing keelompok bit binner terdiri dari 8 bit,sehingga bila diubah menjadi bilangan decimal,maka bilangan yang mungkin adalah dari 0 (binner = 00000000) sampai 225 (biner = 11111111) yaitu ada 256 bilangan decimal.

B.Alamat Jaringan,host,Broadcast
Alamat IP dapat dilihat sebagai dua bagian kelompokbilangan.bagian pertama sebagai jaringan dan bagian kedua sebagai host.
Bagian jaringan akan menentukan alamat jaringan peralatan tersebut.alamat jaringan adalah alamat IP yang mana bit bilangan bagian host semuanyadibuat menjadi 0.alamat jaringan akan menentukan lokasi peralatan dalam system jaringan,apakah ada pada lokasi yang sama atau tidak.
Bagian host menentukan nomor host atau kartu jaringan untuk peralatan jaringan yang dimaksud. Bagian host akan menentukan alamat host.
Selain alamat jaringan dan alamat host juga dapat diambil pengertian tentang alamat Broadcast.alamat broadcast adalah alamat IP yang mana semua bit bilangan bagian host dibuat menjadi 1. alamat broadcast digunakan untuk berbicara secara simultan kepada semua peralatan dalam suatu jaringan.
Perhatikan contoh berikut.:
11000000 . 10101000 . 01100100 . 01100111 = 192 . 168 .100 . 103
Jika dicetak tebal adalah bagian host,maka alamat jaringanya
11000000 . 10101000 . 01100100 . 00000000 = 192 . 168 . 100 . 0
Dan alamat broadcastnya :
11000000 . 10101000 . 01100100 . 11111111 = 192 .168 . 100 . 255

Contoh berikut ini nantinya berhubungan dengan subnetwork :
11000000 . 10101000 . 01100100 . 01100111 = 192 . 168 .100 . 103
Jika yang dicetak tebal adalah bagian host, maka alamat jaringannya :
11000000 . 10101000 . 01100100 .01100000 = 192 . 168 .100 . 96
Dan alamat broadcastnya :
11000000 . 10101000 . 01100100 . 01111111 = 192 .168 . 100 . 127

C.Kelas Pada Alamat IP
Pada awalnya, untuk menentukan bagian jaringan dan bagian host suatu alamat IP digunakan pengelompokan alamat IP menjadi kelas-kelas. Dalam hal ini alamat IP dikelompokan kedalam 5 kelas. Pengelompokan ini didasarkan pada nilai kelompok bit paling kiri dari alamat IP.
Cara pembagian kelas alamat IP adalah sebagai berikut :
0xxxxxxx. . ---- . ---- . ---- : kelas A
10xxxxxx. . ---- . ---- . ---- : kelas B
110xxxxx. . ---- . ---- . ---- : kelas C
1110xxxx. . ---- . ---- . ---- : kelas D
11110xxx. . ---- . ---- . ---- : kelas E
Keterangan :
Alamat IP kelas A adalah alamat IP yang mana bit pertama dari kelompok 8 bit paling kiri bernilai 0
Alamat IP kelas B adalah alamat IP yang mana dua bit pertama kelompok 8 bitpaling kiri bernilai 10
Alamat IP kelas C adalah alamat IP yang mana tiga bit pertama dari kelompk 8 bit paling kiri bernilai 110
Alamat IP kelas D adalah alamat IP yang mana empat bit pertama dari kelompk 8 bit paling kiri bernilai 1110
Alamat IP kelas E adalah alamat IP yang mana lima bit pertama dari kelompk 8 bit paling kiri bernilai 11110

Table kelas – kelas alamat IP
Kelas IP Bagian Pertama Jumlah Jaringan Jumlah Host
A 1 s/d 126 126 16777214
B 128 /d 191 16384 65534
C 192 s/d 223 2097152 254

D. Alamat IP Private (Non Router)
Dari semua alamat IPnyang mungkin baik untuk kelas A,B maupun C. ada alamat IP khususnyang disebut alamat IP privat. Alamat Ip ini tidak terhubung dengan alamat IP public atau tidak di routing.alamat IP privat digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya local,dalam pengertian tidak terhubung ke jaringan public secara langsung.
Ketentuan tentang alamat IP privat diatur dalam document RFC 1918 <> inti isi document tersebut adalah bahwa IANA (Internet Assigned Numbers Authority) menyediakan tiga blok alamat IP berikut alamat nya

Tabel alamat IP privat
Kelas IP Rentang
A 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255
B 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255
C 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255

Blok pertama adalah blok 24 bit yang merupakan satu alamat jaringan dalam kelompok alamat IP kelas A,blok kedua adalah blok 20 bit yang merupakan 16 alamat jaringan dalam kelompok alamat IP kelas B,sedangkan blok ketiga adalah blok 16 bit yang merupakan 256 alamat jaringan dari kelompok alamat IP kelas C

E.Network Mask (Subnetwork Mask)
Network mask atau istilah lengkapnya subnetwork mask atau disingkat netmask digunakan untuk menginterpretasikan secara local satu bagian alamat jaringan.netmask secara mudah diperoleh dengan cara mengubah semua bit pada bagian jaringan menjadi 1 dan mengubah semua bit pada bagian host menjadi 0 dengan demikian untuk alamat IP kelas A,B dan C dapat ditentukan netmasknya sebagai berikut :
a. Alamat IP kelas A punya netmask 255.0.0.0
b. Alamat IP kelas B punya netmask 255.255.0.0
c. Alamat IP kelas C punya netmask 255.255.255.0

Netmask akan menentukan rentang alamat IP yang berada pada satu jaringan yang sama.jika suatu alamat IP sudah bisa diketahui berada pada jaringan yang sama maka tidak perlu dicari dengan cara routing(melalui table route) berikut ini beberapa contoh bagaimana netmask menentukan rentang alamat IP yang berada dalam satu jaringan.
Misalnya ditentukan
Alamat IP 192.168.100.103 netmask 255.255.255.0
Jika ditulis dalam bentuk binner
192.168.100.103 = 11000000.10101000.01100100.0110111
255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000
Maka alamat jaringan untuk IP tersebut adalah :
192.168.100.0 = 11000000.10101000.01100100.00000000
Rentang alamat IP yang berada pada satu jaringan dengan alamat IP tersebut ditentukan oleh bagian host alamat IP tersebut yaitu 192.168.100.1 a/d 192.168.100.254.

F.Sub Network (subnet)
Subnet merupakan bagian atau potongan dari suatu jaringan. Suatu jaringan dapat dibagi menjadi beberapa bagian jaringan yang terkecil yang disebut subnet.
Pembentukan subnet dilakukan dengan cara meminjam satu atau lebih bit pada bagian host dan memperlakukan secara local sebagai bit dari bagianjaringan. Untukmenjelaskan masalah subnet perhatikan beberapa contoh berikut ini.

Misalnya ada alamat jaringan kelas C
192.168.100.0 netmask 255.255.255.0
 Dapat dibagi menjadi dua subnet dengan cara meminjam satu bitdari bagian host menjadi bit bagian jaringan.dengan demikian netmask berubah menjadi 225.225.255.128
Jaringan pertama dapat diperoleh dengan cara memberi nilai 0 pada bit yang dipinjamdari bagian host menjadi bagian jaringan.
Alamat jaringan:
192.168.100.0 = 11000000.10101000.01100100.00000000
Netmask:
255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000
Broadcast:
192.168.100.127 = 11000000.10101000.01100100.011111111
Rentang host:
192.168.100.1 s/d 192.168.100.126

 Jaringan kedua dapat diperoleh dengan cara memberi nilai 1 pada bit yang dipinjam dari bagian host menjadi bagian jaringan
Alamat jaringan:
192.168.100.128 = 11000000.10101000.01100100.10000000
Netmask :
255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000
Broadcast :
192.168.100.255 = 11000000.10101000.01100100.11111111
Rentang host :
192.168.100.129 s/d 192.168.100.254

Dengan cara yang sama jaringan diatas dapat dibagi menjadi empat subnet dengan cara meminjam 2 bit dari bagian host dan diperlakukan secara lokal sebagai bit bagian jaringan.
Dengan cara sama pula jaringan diatas dapat dibagi menjadi delapan subnet dengan cara meminjam 3 bit dari bagian host dan diperlakukan secara local sebagai bit bagian jaringan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar